subjectif versus objectif

kemarin sore di redaksi gongdan post ada imel tentang sebuah puisi..
dari sebuah milis sih, dan malamnya ada pembicaraan tentang sebuah
opini yg subjectif versus objectif.
well, apakah dimenangkan oleh pendapat yg subjectif atau objectif,
coba kita temukan cinta sejati kita dulu..πŸ™‚

-kalo udah pernah baca, sekedar ngingetin-

untuk seseorang yang hebat
(terserah mo memilih jadi apa, kalo hebat ya tetep hebat ^^)…

here we go:


Cintaku Pada Tuhan

Tuhan…
Saat aku menyukai seseorang yang spesial
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan…
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

Tuhan…
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Tuhan…
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Tuhan…
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s